Kamis, 28 Mei 2015

Mts Darussalam



Di antara visi dan misi Pondok Pesantren Darussalam yang terpenting adalah mencerdaskan kehidupan bangsa/umat. Visi dan misi ini diimplementasikan ke dalam tujuan, sistem, dan organisasi pendidikan yang diselenggarakan di pondok pesantren ini. Melalui sejarahnya yang panjang yang didirikan pada tahun 1929, oleh K.H. Ahmad Fadlil, kini Pondok Pesantren Darussalam telah berkembang dan mencapai kemajuan yang amat menggembirakan. Pondok pesantren yang pada awal berdirinya hanya memiliki sebuah rumah tempat tinggal kiai, sebuah masjid dan sebuah asrama (pondok) yang sangat sederhana, kini telah memiliki fasilitas bangunan yang relatif lengkap dan beberapa diantaranya cukup megah. Pada masa awal berdirinya, Pesantren Darussalam hanya menyelenggarakan pendidikan “pengajian” dengan menggunakan kitab-kitab Islam klasik, tetapi sejak tahun 1967 mulai dirintis penyelenggaraan sistem pendidikan modern, dan sampai saat ini semua jenjang pendidikan dari mulai Taman Kanak-kanak/TK (di Pesantren Darussalam disebut Raudhatul Athfal/RA) hingga Perguruan Tinggi telah ada di pesantren ini. Sejarah Perkembangan Pondok Pesantren Darussalam didirikan sebelum negeri ini merdeka, tepatnya pada tahun 1929 di sebuah dusun bernama Dusun Cidewa, Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Pada sat didirikannya, pesantren ini tentu saja amat sederhana. Sarana dan prasarana yang dimilikinya pun amat minim, yaitu sebuah mesjid dan sebuah asrama yang sangat sederhana.
Dengan jumlah santri yang relatif banyak untuk ukuran waktu itu, wajar bila Pesantren ini selalu diawasi dan menjadi pusat perhatian Pemerintah Kolonial Belanda. Setelah bangsa Indonesia merdeka, sedikit demi sedikit mengembangkan berbagai sarana dan fasilitas pendidikan yang diperlukan oleh para santri. Di samping peningkatan fasilitas dan sarana pendidikan untuk santri, hal yang sangat penting adalah pengembangan sistem pendidikannya. Ketika di banyak pondok pesantren lain masih mengkhususkan aktivitas pendidikannya pada pengajian kitab, Pesantren Darussalam mulai merintis untuk menyelenggarakan pendidikan formal. Maka sejak dasa warsa enam puluhan, Pesantren Darussalam mulai memodernisasikan sistem pendidikannya dengan mendirikan lembaga-lembaga pendidikan formal. Lembaga pendidikan formal yang pertama didirikan adalah Raudhatul Athfal (Taman Kanak-kanak) pada tahun 1967, kemudian pada tahun 1968 berdiri Madrasah Ibtidaiyah/MI (setingkat SD) dan Madrasah Tsanawiyah/MTs (setingkat SLTP), dan selanjutnya pada tahun 1969 berdiri Madrasah Aliyah (setingkat SLTA), yang selanjutnya dijadikan Madrasah Aliyah Negeri atas permintaan Departemen
Agama dan selama Departemen Agama belum menyediakan dana untuk keperluan itu, maka penyelenggaraannya diserahkan kepada Pondok Pesantren Darussalam. Alhamdulillah sampai saat ini Madrasah Aliyah di Pesantren Darussalam telah mengalami perkembangan yang amat menggembirakan, terutama sejak Departemen Agama menetapkan Pesantren Darussalam sebagai salah satu penyelenggara Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK), yang akhirnya diganti dengan nama Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK). Melihat potensi santri Pondok Pesantren Darussalam dan juga keadaan masyarakat di Kabupaten Ciamis yang cukup menggembirakan, maka pada tahun 1970 di Pondok Pesantren Darussalam berdiri Perguruan Tinggi Islam pertama di Kabupaten Ciamis, dengan nama Fakultas Syari’ah Darussalam Ciamis Jawa Barat, sebagai cikal bakal berdirinya Institut Agama Islam Darussalam (IAID). Sampai saat ini, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) telah memiliki tiga fakultas, yaitu Fakultas Syari’ah, Fakultas Tarbiyah, dan Fakultas Dakwah; 3 Program, yaitu Program D-2 PGTK/RA, D-2 PGSD/MI, dan Program Pascasarjana (S-2) Program Studi Pendidikan Islam. Berkembang dengan Visi yang Jelas Menyadari pentingnya visi yang jelas dalam suatu lembaga pendidikan, maka Pesantren Darussalam menetapkan enam visinya sebagai salah satu instrumen penting dalam penyelenggaraan sebuah lembaga pendidikan. Enam visi Pesantren Darussalam, yaitu menjadi lembaga pendidikan Islam yang mampu menghasilkan santri yang: 

1. Menguasai ilmu-ilmu Bahasa Arab, ilmu-ilmu agama Islam, dan ilmu-ilmu Bantu lainnya, 
2. Berwawasan mondial,
 3. Memahami dan mengapresiasi ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), 
4. Memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pengembangan akhlak bangsa, 
5. Memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masalah-masalah lingkungan hidup, dan 
6. Berwawasan kerakyatan dan peduli terhadap kemajuan serta kesejahteraan bangsa Indonesia.
Visi Pesantren Darussalam itu mengisyaratkan perlu adanya pemikiran ulang yang bersifat strategis tentang misi dan tujuan yang ingin dicapai oleh Pesantren Darussalam dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang maju, mandiri, adil, sejahtera, dan diridhai oleh Allah SWT. Dengan enam visi itulah Pesantren Darussalam menapaki jalan menuju terwujudnya sistem pendidikan pondok pesantren yang modern tanpa kehilangan jati dirinya sebagai lembaga pendidikan Islam. Mengembangkan Misi Pendidikan Islam Selain visi yang merupakan salah satu landasan pengembangan pendidikan, Pesantren Darussalam juga mengemban misi sebagai pendidikan Islam, yang dirumuskan dalam lima misi penting dan strategis. Lima misi Pesantren Darussalam tersebut difokuskan pada penyelenggaraan pendidikan Islam, yang dirumuskan dalam lima misi penting dan strategis. Lima misi Pesantren Darussalam tersebut difokuskan pada penyelenggaraan pendidikan, pengkaderan, dan dakwah yang multidimensional, yaitu: 1. Menggelorakan semangat pemurnian ajaran Islam sesuai dengan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah yang bersumber pada al-Qur’an dan as-Sunnah; 2. Membina budaya keshalihan (keshalihan individual dan keshalihan sosial) dan budaya kepakaran (aksetisme intelektual) di kalangan santri dan masyarakat; 3. Mengembangkan budaya prestasi dan sikap produktif di kalangan santri dan masyarakat;
4. Mengembangkan dan melestarikan ilmu-ilmu bahasa Arab dan ilmu-ilmu agama Islam yang tertuang dalam kitab-kitab kuning dan literatur-literatur modern; dan 5. Mendukung, melaksanakan, dan mengamankan pembangunan nasional di segala bidang secara proaktif, dinamis, ikhlas dan bertanggung jawab. Lima misi Pesantren Darussalam itu mencerminkan watak kemodernan, tetapi tetap mengakar pada ajaran dan tradisi Islam. Dengan kata lain, sistem pendidikan modern yang dikembangkan tidak terlepas dari ajaran Islam serta tetap berpijak kekayaan dan khazanah intelektual Islam Klasik. Berpegang pada Motto Motto Pondok Pesantren Darussalam adalah berupaya membangun muslim moderat, mukmin demokrat dan muhsin diplomat. Muslim moderat adalah sosok manusia muslim yang dapat bersikap luwes, tenggang rasa, bersolidaritas etis dan sosial, hormat pada sesama, jauh dari sikap angkuh, congkak, dan ingin menang sendiri. Mukmin demokrat adalah sosok manusia beriman yang berakar ke bawah dan berpucuk ke atas. Pada saat dia di panggung kekuasaan dia tidak melupakan rakyat yang telah membesarkannya; dan pada saat dia turun dari panggung kekuasaan dan harus kembali kepada rakyat, dia tidak putus semangat dan tidak patah harapan. Muhsin diplomat adalah sosok manusia yang mencintai kebajikan, keindahan, sopan santun, dan berakhlak mulia. Ia akan selalu mengedepankan sifat-sifat yang baik dan terpuji dalam menghadapi berbagai persoalan hidup dan kehidupan.
Darussalam mengakui bahwa tujuan pendidikan yang ingin diraih belum sepenuhnya tercapai. Namun dengan semangat yang bergelora, Pesantren Darussalam terus berusaha mewujudkan tujuan pendidikannya, yaitu menghasilkan santri yang berkualitas tinggi, yaitu santri yang: 1) Berjiwa Islam, berwawasan kebangsaan, dan berkepribadian utuh; 2) Bersifat terbuka dan tanggap terhadap perkembangan ilmu-ilmu bahasa Arab dan ilmu-ilmu agama Islam, terhadap kemajuan iptek dan terhadap masalah yang dihadapi masyarakat; 3) Menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya sesuai dengan bidang keahliannya dalam kegiatan produktif dan pelayanan kepada masyarakat; 4) Menguasai dasar-dasar ilmu agama Islam beserta metodologi bidang keahliannya sehingga mampu memahami, menjelaskan dan merumuskan cara penyelesaian masalah yang ada di dalam kawasan keahliannya, serta mampu berpikir, bersikap dan bertindak sebagai ilmuwan Islam sekaligus ulama waratsatul anbiya. Untuk mencapai tujuan tersebut, upaya perbaikan dan penyempurnaan penyelenggaraan pendidikan terus dilakukan, mulai dari peningkatan sumber daya manusia, peningkatan sarana dan prasarana, perbaikan dan penyempurnaan kurikulum pendidikan, pembukaan program pendidikan baru, hingga peningkatan kesejahteraan santri, guru, dosen dan karyawan lain.
Dewan guru Pesantren Darussalam terdiri dari para ahli di bidangnya. Sebagian besar mereka adalah alumni Pesantren Darussalam, khususnya alumni IAID Darussalam, dan sebagian kecil berasal dari perguruan tinggi di Indonesia. Pembinaan terhadap dewan guru dilakukan secara berkala dan terus-
menerus, sehingga kemampuan dan kualitas sumber daya manusia dewan guru Pesantren Darussalam dari waktu ke waktu selalu meningkat. Salah satu upaya yang dipandang amat penting dalam rangka meraih tujuan pendidikan di Pesantren Darussalam adalah peningkatan staf pengajar (ustadz, guru atau dosen) melalui: 1) Pembinaan rutin intensif melalui kegiatan pengajian oleh Dewan Pengasuh, khususnya Bapak Pengasuh Pesantren; 2) Pembinaan terhadap staf pengajar junior melalui kegiatan Ma’had Aly (pesantren tinggi) yang para pengajarnya terdiri dari staf pengajar senior; 3) Pengiriman staf pada kegiatan-kegiatan pelatihan, kursus, seminar, loka karya dan lain-lain; 4) Pengiriman staf pengajar untuk mengikuti pendidikan lanjutan, terutama program Pascasarjana dan Doktoral. Melalui upaya-upaya tersebut diharapkan staf pengajar Pesantren Darussalam dapat terus meningkatkan kemampuan dan kualitas sumber daya manusianya, serta tidak tertinggal dari berbagai informasi dan perkembangan kontemporer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar